Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

5 Cara Memasarkan Produk Makanan Rumahan Paling Mudah

Cara Memasarkan Produk Makanan Rumahan

Cloud Hosting Indonesia

Bisnis makanan sekali lagi merupakan sektor yang sudah lama ada beriringan dengan perjalanan peradaban manusia. Tidak seperti sebelumnya, Industri makanan rumahan yang dulunya merupakan kebutuhan pokok kini lebih mengarah ke kebutuhan sekunder dan tersier. Hal ini disebabkan mudahnya pemenuhan kebutuhan pokok. Akibatnya “Selera” menjadi faktor utama disusul oleh faktor lain seperti harga dan jumlah porsi. Di artikel kali ini kita akan membahas secara mendalam tentang cara memasarkan produk rumahan.

Target Pasar

Cara Memasarkan Produk Makanan Rumahan

Seperti pemasaran pada umumnya, memasarkan produk makanan rumahan harus dimulai dari membidik target pasar yang tepat. Perlu kita pahami bahwasannya setiap jenis makanan memiliki target pasar potensialnya masing-masing. Dalam kasus ini kita membahas produk makanan rumahan.

Definisi produk makanan rumahan sendiri yakni makanan sederhana seperti pecel lele, penyetan atau makanan rumahan lainnya. Setiap makanan tentu memiliki daya Tarik dan keunikan masing-masing. Misal saja Nasi Padang yang memiliki cirikhas etalase yang disusun bertumpuk-tumpuk. Atau Nasi Bebek yang identik dengan banner kain warna kuningnya.

Setiap produk makanan juga memiliki stereotype nya sendiri. Misalkan bubur ayam enaknya dimakan waktu pagi atau sarapan. Nasi padang, bakso dan rawon cocok untuk makan siang. Nasi goreng, sate dan ketoprak identik dengan nuansa malamnya.

Dari pengelompokan waktu ini kita bisa mendefinisikan target pasar secara lebih spesifik lagi. Kita bisa menggunakan pertanyaan Siapa Untuk itu. Misal untuk makanan seperti bubur atau nasi liwet yang identik sebagai makanan untuk sarapan. Kita bisa tahu bahwa calon pembelinya mungkin orang-orang yang tidak sempat masak atau buru-buru kerja.

lalu misal makanan seperti Bakso atau nasi padang untuk makan siang. Disini setidaknya kita tahu bahwa target pasarnya adalah karyawan/Pelajar/Mahasiswa yang sedang istirahat makan siang. Dan atau Ketoprak dan Nasi goreng yang identik dengan makanan malam. Biasanya makanan ini dipilih untuk makan malah sambil jalan-jalan atau sekedar dibungkus pulang.

Dengan mengetahui hal tersebut kita juga bisa memperkirakan perilaku atau kecenderungan pembeli. Misalkan untuk makan siang biasanya pembeli akan makan ditempat. Atau pada contoh kasus sarapan misal nasi liwet yang biasanya dibeli bungkusan untuk dimakan di Kantor. Berbekal hal tersebut kita bisa memperkirakan tempat, metode, kemasan untuk pemasaran produk makanan tersebut.

baca juga: Cara Jualan Online Makanan Agar Cepat Laku

Selera Nomer Satu

Cara Memasarkan Produk Makanan Rumahan

Tidak seperti produk lain seperti produk elektronik atau fashion yang memiliki banyak fariabel seperti kualitas, durablitias, pilihan warna dst. Produk makanan rumahan cenderung terikat oleh satu fariabel utama yakni “Selera”. Oleh karenanya biasanya pembeli akan cenderung memilih tempat makan yang memang sudah terjamin enak.

Hal ini membuat metode pemasaran makanan tidak berlaku seperti produk pada umumnya. Produk makanan rumahan masih mempertahankan metode lama yakni pemasaran dari mulut ke mulut. Kalian bisa membuktikan hal ini di daerah kalian masing-masing. Apabila sedang akan makan bersama, biasanya akan ada rekomendasi dari satu atau dua orang. „Makan disini enak!“.

Selain itu kalian juga bisa melihat makanan yang sedang menjadi trend atau pernah ramai sekali. Misalkan seblak atau boba. Keduanya tidak akan sebooming itu dan tidak akan sampai ke telinga kalian jika tidak ada orang disekitar kalian yang memberitakannya. Hal ini membuktikan bahwa pemasaran mulut ke mulut adalah metode utama dalam Sektor makanan.

Dalam hal ini terdapat sebuah teori tentang „Social Validation“ dimana calon pembeli akan lebih memilih produk dengan review positif dibanding harus mencobanya sendiri. Kalian mungkin pernah mendengar kalimat „Restoran ini ramai sekali! Sepertinya disana makanannya enak!“. Walaupun tidak ada korelasi antara ramainya antrean dengan enaknya makanan, keramaian bagi manusia adalah bentuk validasi secara tidak langsung.

Mengapa tidak jualan Online? Tidak seperti produk lain, metode utama penjualan adalah dari mulut kemulut dan media online adalah bentuk dari ekspansi untuk menjangkau market yang lebih luas. Maksudnya suatu usaha makanan tidak berjualan online untuk mencari pembeli, tapi agar memudahkan pembeli menjangkau produk tersebut.

Sebagai ilustrasi, kita hendak membeli Pizza untuk makan malam. Kita memutuskan untuk membelinya dari layanan ojek online. Di pilihan pencarian ada Domino Pizza dan ABC Pizza. Lantas mana yang kalian pilih? Normalnya kita akan memilih Domino Pizza karena kita sudah tau kualitasnya dan setidaknya familiar dengan produknya.

Sebagai contoh lagi, disuatu tempat ada Nasi Padang ter enak di kota Surabaya. Sebut saja Nasi Padang Minah. Entah kenapa kita sedang pingin banget makan nasi padang minah. Tapi jarak antara rumah kita dan tempat makan padang minah sangat jauh. Dan lagi ternyata Nasi Padang Minah tidak menerima pesanan dari ojek online. Tentunya kita tidak membelinya dan mau tidak mau harus pergi kesana jika benar-benar kepengen.

Jadi apa yang kalian tangkap dari contoh ilustrasi diatas? Coba tulis di kolom komentar dibawah!

Baca juga: Cara Jualan Online di Shopee Tanpa Modal

Pentingnya Tempat

Cara Memasarkan Produk Makanan Rumahan

Pernahkah kalian mencari tempat makan misal sebut saja Mie Ayam. Kalian menyusuri jalan dan menemukan satu tempat makan. Tapi saat kalian melihat tempatnya kalian tidak yakin dan memilih untuk mencari tempat lain. Pernah? Coba tulis di kolom komentar dibawah!

Seperti yang kita bahas sebelumnya, setiap produk makanan rumahan memiliki target pasar seperti kapan, bagaimana dan oleh siapa makanan tersebut dibeli. Dalam kasus makanan pagi untuk sarapan seperti nasi liwet, tempat tidak begitu menjadi masalah. Hal tersebut disebabkan oleh perilaku pembeli yang cenderung membungus untuk dimakan di kantor.

Berbeda dengan Mie Ayam, Rumah makan padang atau tempat makan siang lainnya. Saat makan siang adalah saat istirahat bersantai untuk makan sambil ngobrol bersama teman kerja. Tentu pembeli akan cenderung memilih tempat makan yang nyaman untuk ngobrol. Ditambah lagi suasana siang hari yang biasanya panas.

Atau juga untuk kasus makanan malam seperti nasi goreng atau penyetan. Biasanya pembeli cenderung lebih santai dan menikmati suasana malam hari. Itu kenapa biasanya tenda terbuka dengan gerobak dan kursi plastik sudah cukup nyaman untuk menikmati sepiring nasi goreng spesial dengan di iringi suara lalu lalang kendaraan di tepi trotoar.

Selain masalah perilaku pembeli, tempat juga berpengaruh pada keterjangkauan produk makanan rumahan kita. Misal saja tempat makan siang akan lebih bagus jika dekat dengan tempat perindustrian. Atau tempat makan malam seperti nasi bebek yang akan lebih bagus jika dekat dengan taman atau objek wisata malam hari seperti pasar malam.

Kalian bisa menentukan letak, fasilitas dan lain sebagainya berdasarkan contoh di atas sesuai dengan produk makanan rumahan kalian masing-masing.

Baca juga: Cara Menjual Barang di Facebook Marketplace

Alternatif

Cara Memasarkan Produk Makanan Rumahan

Lalu bagaimana dengan kita yang ingin berjualan makanan rumahan tapi tidak punya tempat jualan? Sebenarnya banyak alternatif untuk mengakali permasalahan tempat asal kita kreatif. Misal saja kita bisa membuka jasa pesanan nasi kotak atau nasi tumpeng. Dalam kasus tersebut kita tidak perlu memiliki tempat yang nyaman karena target utamanya adalah dibawa pulang. Atau di contoh lain kita bisa bekerjasama untuk dengan catering untuk menjadi support cook. Jadi semua tergantung kreatifitas masing-masing. selebihnya adalah bagaimana kita memasarkannya.

Saya rasa sekian untuk artikel kali ini tentang cara memasarkan produk makanan rumahan. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Jika kalian memiliki pertanyaan tentang topik terkait silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar dibawah ini!

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× WhatsApp Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday