Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

4 Strategi Pemasaran Keripik Paling Tepat & Pasti Untung

4 Strategi Pemasaran Keripik Paling Tepat & Pasti Untung

Cloud Hosting Indonesia

Keripik merupak salah satu jenis makanan ringan yang cukup populer di Indonesia. Tak mengherankan mengingat banyak makanan di Indonesia bisa menjadi keripik. Mulai dari yang lazim seperti ketela atau pisang sampai dengan yang “ora umum” seperti keripik semangka. Di Artikel kali ini kita akan membahas mengenai Strategi Pemasaran Keripik.

1. Membidik Pasar (Ciri Khas)

Jika menyebut keripik mungkin kalian akan langsung terpikir „Oleh-Oleh“. Disetiap daerah di Indonesia biasanya memiliki keripik khas daerahnya masing-masing. Misal saja keripik tempe khas malang atau keripik pisang khas bandung. Walau kadang namanya sama, tapi beda daerah beda juga ciri khas dan cita rasanya.

Pertama kita harus mengidentifikasi potensi di sekitar kita dan memutuskan apakah produk keripik yang kita jual adalah produk oleh-oleh atau sekedar makanan ringan. Misal saja didekat rumah kalian terdapat tempat wisata contoh Wisata Batu Malang. Jika demikian maka akan lebih efisien untuk menggunakan „Doktrin“ Oleh-oleh.

Berbeda jika kalian tinggal ditengah kota perindustrian seperti Surabaya. Kita bisa membidik pasar seperti pegawai kantoran yang butuh teman nyemil. Dengan pendekatan ini kita bisa tahu produk keripik seperti apa yang akan laku di tempat kita masing-masing.

Kita juga bisa membedah siapa calon pembeli kita secara lebih spesifik. Misal saja di tempat oleh-oleh. Pada umumnya pembeli oleh-oleh makanan cenderung adalah Ibu-ibu. Sedangkan anak muda pada umumnya lebih suka membeli barang atau baju. Dari sini kita bisa memperkirakan rasa seperti apa yang sekiranya disukai target pasar kita dalam hal ini Ibu-ibu. Misal ibu-ibu suka keripik pisang yang manis dan murah.

Berbeda jika kasusnya di area industri. Kita bisa memperkirakan calon pembeli keripik „Teman Kerja“ adalah karyawan. Lebih spesifik lagi biasanya Wanita diantara usia 18-30 Tahun. Lalu kita bisa membidik selera secara lebih akurat. Misal saja, pegawai wanita menyukai keripik pedas dengan varian level.

“Jual apa yang laku, bukan apa yang bisa dijual.” Pastikan kalian melakukan analisa Target pembeli terlebih dahulu baru memutuskan apa yang akan kalian jual. Jangan menjual apa yang sudah ada tanpa tahu apa itu akan laku atau tidak.

Baca juga: Keuntungan Menjadi Influencer

2. Ngangenin

Setelah menentukan target pasar potensial dan memutuskan jenis keripik, strategi pemasaran keripik selanjutnya yakni membuat keripik yang ngangein. Keripik baik oleh-oleh maupun camilan harus memiliki karakteristik yang ngangenin. hal ini diperlukan karena sektor makanan masih sangat bergantung pada pemasaran mulut ke mulut.

Sebagai bukti, kita bisa tahu Keripik Tempe Khas Malang adalah dari orang dekat mau sudara, tetangga, teman dan lain sebagainya yang telah pergi ke malang. Dari pembeli sebelumnya inilah kita tahu rekomendasi tempat beli yang enak dan karakteristik keripik itu sendiri. Untuk strategi pemasaran keripik camilan teman ngantor juga tidak jauh berbeda dari keripik oleh-oleh. Biasanya akan ada satu orang membawa keripik tersebut dan menawarkan ke teman kerja lainnya atau ada yang tanya „Bro makan apa tuh? Bagi dong!“.

Strategi pemasaran keripik ,Untuk itu kita perlu membuat keripik yang ngangenin. kalian bisa melakukan free testing kepada orang-orang dengan kriteria serupa dengan target pasar kalian. Selanjutnya minta pendapat dan masukan seperti apa yang kurang atau apa yang perlu diperbaiki.

Rangkum masukan-masukan tersebut dan pilih mana masukan yang bisa diambil dan mana yang tidak. Ingat! Kalian tidak bisa memuaskan semua orang. Cukup ambil pendapat yang paling mewakilkan calon pembeli atau target pasar kalian. Setelahnya terus lakukan perbaikan dan ulangi free testing sampai dirasa cukup.

Dengan demikian kita sudah „membunuh dua burung sekali lempar“. Kita sudah mendapat masukan untuk membuat keripik yang ngangeni juga sekaligus membangun target pelanggan potensional.

3. Kemasan (Branding)

Kadang terkesan sepele, tapi kemasan memiliki peran penting dalam strategi pemasaran keripik. Sebagai gambaran, untuk keripik oleh-oleh dengan pembeli ibu-ibu normalnya menggunakan kemasan plastik bening dengan moto semakin besar, semakin murah, semakin bagus.

Berbeda dengan strategi pemasaran keripik teman kerja untuk pekerja kantor terutama generasi milenial dan gen Z. Kita generasi milenial dan gen Z harus mengakui bahwa kita adalah „Look at Me Generation“.Apapun itu, dimanapun itu dan kapanpun kita akan selalu update. Kerja lembur cekrek upload story, WFH cekrek upload IG. Kita generasi milenial dan gen Z akan memilih makanan ringan dengan kesan kemasan premium setidaknya sekelas jajanan minimarket.

Kita juga perlu mempertimbangkan nama produk serta desain kemasan. Untuk pasar ibu-ibu nama sederhana dan mudah di ingat seperti „Keripik Pisang Madu“ dengan cetakan kertas didalam plastik bukanlah sebuah masalah besar. Berbeda jika kasusnya adalah milenial dan gen Z. Nama yang Catchy akan lebih mudah dingat dan terdengan kece. Misalkan „Zanana“. Tentu kemasan produk juga akan berbeda. Misal saja agar praktis kita bisa memilih kemasan snack. Atau agar terlihat elegan kita bisa memilih kemasan berbentuk box cereal.

Selain brand dan desain kemasan, ukuran juga merupakan aspek penting dalam kemasan. Biasanya terdapat 3 jenis ukuran seperti kecil, sedang dan besar. Dengan penerapan ini kita juga bisa membuat produk „dummy“. Secara sederhana produk dummy adalah produk yang memang dibuat tidak laku untuk meningkatkan penjualan produk tertentu.

Misal saja terdapat dua kemasan yakni kemasan kecil dengan harga 5.000 dan kemasan besar dengan harga 10.000. Dengan pilihan tersebut calon pembeli hanya punya 1 pembanding. Dibandingan apabila terdapat produk dummy diantaranya. Misalkan terdapat tiga kemasan yakni kemasan kecil dengan harga 5.000, kemasan sedang dengan harga 8.000 dan kemasan besar dengan harga 10.000. Biasanya pembeli akan membandingkan harga kemasan kecil dengan kemasan sedang dan membandingkan kemasan sedang dengan kemasan kecil.

Dengan demikian besar kemungkinan pembeli akan memilih ukuran besar dengan pertimbangan “Nanggung, nambah dikit udah dapet yang besar”. Sesuai penelitiannya pembelian dengan produk dummy akan meningkatkan pembelian tertentu dan yang mengejutkan adalah produk dummy tersebut sama sekali tidak laku. Kalian juga bisa menerapkan teknik ini untuk meningkatkan penjualan.

Baca juga: Daftar Platform Influencer Terbaik 

4. Strategi Pemasaran Keripik (Promosi)

Sempat sedikit disinggung di atas bahwasannya sektor makanan masih sangat bergantung dengan metode pemasaran mulut ke mulut. Hal ini dikarenakan tidak seperti dulu dimana makanan adalah kebutuhan pokok, sekarang ini sektor makanan memiliki satu faktor utama yakni „Selera“. Untuk memastikan selera tersebut, pembeli membutuhkan Social validation dengan pembuktian dari orang lain.

Tidak seperti baju atau alat elektronik yang bisa hanya menampilkan model foto dan spesifikasinya, makanan perlu validasi verbal dari sesama manusia. Misal saja dalam bentuk review. Oleh karena itu penting untuk membuat pembeli puas terhadap produk kita. Jika suatu produk makanan tersebut enak, maka akan dipromosikan secara gratis. Sedangkan apabila produk makanan tersebut tidak enak maka akan dihujat pula secara sukarela.

strategi pemasaran keripik, Jika kalian hendak melakukan pemasaran alangkah baiknya memberikan free testing agar calon pembeli bisa merasakan keripik tersebut. Hal ini bertujuan untuk membangun citra “Rasa” dan menarik calon pembeli. Mungkin saja orang yang kita beri testing gratis tidak akan membeli. Tapi bisa jadi mereka akan merekomendasikan produk keripik kita kepada teman atau orang terdekatnya.Selain itu jika kalian ingin menggunakan pemasaran berbayar, coba endorse influencer dengan profil audience serupa dengan target pasar yang ingin kita bidik.

Itu tadi artikel tentang strategi pemasaran keripik. Semoga artikel ini bermanfaat! Jika kalian suka dengan artikel ini atau ingin bertanya tentang topik terkait, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar di bawah ini!

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× WhatsApp Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday