Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

6 Persiapan Jadi Influencer yang Wajib Diketahui Pemula

6 Persiapan Jadi Influencer yang Wajib Diketahui Pemula

Cloud Hosting Indonesia

Influencer merpuakan karir yang tengah digemari dan dilirik banyak orang. Bagaimana tidak, kita bisa menghasilkan uang dengan melakukan hal-hal menyenangkan dan kita sukai. Tidak seperti dulu dimana media masa hanya berpusat pada TV dan Surat Kabar, dimana kita harus terlahir di keluarga artis atau mengikuti audisi terlebih dahulu. Kini siapapun bisa jadi influencer. Di artikel kali ini kita akan membahas persiapan jadi influencer yang perlu kalian tahu!

1. Persiapan Mental

Persiapan jadi influencer pertama yakni persiapan mental. Mental yang harus dipersiapkan tentu saja mental mantang menyerah dan mental baja terhadap hujatan dan hatters yang akan datang. Tapi boro-boro melatih mental baja, kebanyakan orang yang ingin menjadi Influencer mempersiapkan mental ke arah yang salah.

Banyak orang berhayal enaknya jadi influencer. Bisa beli ini dan itu lalu pergi liburan kemanapun mereka mau. Lalu bisa bertemu orang-orang hebat dan menjadi salah satu diantaranya. Ya, kebanyakan dari kita membayangkan enaknya doang dan tidak mempersiapkan diri terhadap prosesnya. Hal ini yang membuat kita secara tidak sadar berekspektasi terlalu tinggi sehingga saat terjadi sedikit kendala, banyak dari kita yang menyerah dan berhenti di tengah jalan dengan mudah.

Memikirkan tujuan akhir memang hal yang penting, tapi kita tidak boleh terlarut dalam khayalan. Setelah memikirkan tujuan akhir, lantas segera Tarik diri dari khayalan dan mulai berfikir proses seperti apa yang harus kita lalui untuk sampai kesana. Gunakan mindset “Expect less do more” dimana kita tidak banyak ber ekspektasi tapi lebih banyak berusaha.

Dengan ekspektasi rendah maka kita akan sangat bersukur saat mendapatkan suatu pencapaian dan merasa santai saat terjadi kendala atau masalah. Dengan demikian kita akan lebih mudah fokus dan bertahan. Dan mungkin kita akan menikamati proses perjalanan untuk menjadi seorang influencer.

2. Tentukan Spesialisasi

Persiapan jadi influencer selanjutnya yakni untuk menentukan niche atau spesialisasi yang akan kita ambil. Dalam pengambilan Niche, kita harus mempertimbangkan dua aspek. Aspek pertama yakni kemampuan kita sendiri dan aspek kedua yakni permintaan pasar. Akan percuma jika kita membuat konten tentang apa yang kita bisa tapi orang-orang tidak peduli dan tidak melirik sekalipun.

Dan akan sulit juga untuk membuat konten yang diminati banyak orang tanpa memiliki kemapuan dibidang tersebut. Kita bisa mengambil jalan tengah dimana kita bisa membuat konten yang memang bisa kita buat dan diminati banyak orang. Penentuan niche ini sangat penting untuk memilih target pasar yang spesifik.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah pembuatan dan penyampaian konten. Tentu lebih mudah untuk menyampaikan tutorial make up kepada audience perempuan dan tentu akan lebih mudah menyiarkan game play keapda sesama penikmat game. Bukan hanya soal konten, brand atau vendor endorser akan memilih influencer berdasarkan kecocokan spesialisasi atau nichenya terhadap produk yang akan di endorse.

3. Konsep Konten yang Menarik

Setelah menentukan niche, persiapan jadi influencer selanjutnya yakni membuat konsep konten. Kita tahu bahwa influencer merupakan karir dibidang industri kreatif. Industri kreatif sendiri merupakan industri yang merubah pikiran menjadi suatu produk dalam bentuk karya dalam hal ini kita sebut konten. Di Industri kreatif kita tidak dituntut untuk menjadi yang terbaik tapi untuk menjadi beda.

Konten yang beda merupakan diferensiasi yang sangat penting. Berbeda dengan industi konfensional yang bersaing di red ocean dengan target audience umum, Industri kreatif bersaing dengan target audience yang lebih spesifik. Tutorial memasak dengan sedikit perbedaan seperti spesialisasi saja dapat membuat target pasar yang sama sekali lain.

Misalkan saja seorang chef ternama membuat konten tentang tutorial memasak. Kebanyakan dari penontonya hanya datang untuk menikmati proses masak dan cicip-cicipnya. Berbeda dengan konten ibu rumah tangga yang membuat tutorial memasak ala rumahan. Tentunya penonton yang datang adalah audience yang benar-benar mencari resep masakan tersebut. Konsep konten ini bisa sangat mempengaruhi bagaimana orang-orang memandang kita sebagai influencer.

Baca juga:  Cara Dapatkan Uang Jadi Influencer

4. Konsep Persona

Konsep persona merupakan persiapan jadi influencer selanjutnya. Konsep persona atau personal branding merupakan citra personal yang ingin kita tampilkan kepada penggemar. Kita bisa memilih persona baik, lemah lembut dan suka menolong atau memilih persona sombong, tengil dan brengsek.

Konsep persona ini akan mempengaruhi banyak hal mulai dari persepsi masyarakat, kebebasan ber ekspresi, beban moril dan jangkauan produk. Kita bisa mencitrakan diri layaknya malaikan di depan kamera. Tentunya kita akan mendapatkan banyak simpati dan pujian. Tapi setiap hal datang dengan konsekuensi. Jika kita mencitrakan diri seperti demikian, masyarakat akan berekspektasi tinggi terhadap kita.

Satu kesalahan kecil akan menjadi issue yang sangat luar biasa. Sedangkan kebaikan-kebaikan yang terus kita lakukan akan mulai menjadi hal yang normal. Kita tidak lagi bisa bebas untuk melakukan apa saja karena kita menanggung beban moril yang berat. Contoh saja Adhisty Zara pemeran film dua garis biru. Karena dia bermain peran di film tentang sex education, masyarakat ber ekspektasi tinggi terhadapnya dan memberikan beban moral yang berat.

Lalu saat terjadi kasus bocornya video “mesra” miliknya di internet, semua orang heboh dan menghujatnya. Atau kita juga bisa melakukan branding sombong, tengil dan brengsek. Misalkan saja Deddy Courbuzier yang melakukan branding sombong akhir-akhir ini. Lalu ia juga sering berstatement bahwa dirinya bodoh. Dengan branding ini ia menjadi lebih bebas dalam ber ekspresi dan lebih nyaman menjalani hidupnya tanpa beban moril apapun. Tapi sekali lagi semuanya datang dengan konsekuensi. Misal saja hatters yang banyak dan wajahnya sering digunakan sebagai meme receh.

5. Gears dan Supplys

Setelah menentukan niche, konsep konten dan konsep personal, persiapan jadi influencer selanjutnya yakni melengkapi kebutuhan gears and supplys. Gears and supplys adalah kebutuhan terkait peralatan dan bahan bahan untuk konten. Kita tidak sedang berbicara tentang sesuatu yang mahal dan fancy tapi kita bicara tentang peralatan dan bahan yang perlu.

Katakan saja kita adalah seorang gamer, tentu kita memerlukan PC yang powerfull. Tapi bagaimana jika kita tidak punya PC yang cukup powerfull? Kita bisa memilih game dengan grafik yang lebih rendah tapi masih diminati banyak orang. Katakanlah slitcher.io atau permainan cacing. Jangan salah, walau game sederhana dan bisa dimainkan dengan ponsel tapi game ini cukup populer.

Kita bisa menyesuaikan bahan konten kita dalam contoh ini game, dengan peralatan yang memang kita miliki. Lalu sebagai contoh lain katakanlah kita adalah seorang beauty vlogger. Tentu kita memerlukan make up sebagai bahan konten dan setidaknya lighting sebagai alat utama. Kita tidak harus punya kamera yang gahar karna nyatanya sekarang ini kita punya kamera portable di smartphone kita masing masing.

6. Konsistensi

Persiapan jadi influencer terakhir yakni konsistensi. Suatu kerajaan tidak terbentuk dalam semalam. Sama halnya dengan influencer. Kita tidak bisa menjadi influencer dalam waktu singkat. Kita harus terus membuat konten secara konsiten baik dari segi waktu maupun kualitas konten tersebut. Semakin kita konsisten maka algoritma sosial media dan penggemar yang kita miliki akan mempromosikan konten kita.

Banyak orang menyerah di bulan pertama dan kemudian menyerah di bulan ke 6. Padahal setidaknya kita perlu 8-24 bulan untuk mulai meraskan hasil dari jerih payah membuat konten. Seperti layaknya menanam pohon sawit, dimana perlu 7 tahun untuk bisa dipanen tapi setelah berbuah, pohon tersebut bisa kita panen selama masa hidupnya.

Untuk menyelingi usaha kita, tentu kita perlu memiliki pemasukan harian dalam hal ini saya menyebutnya dengan istilah „Tanam Kecambah“. Kecambah bisa kita tanam sekarang dan kita panen besok. Tujuannya untuk sekedar kita bisa bertahan sampai sawit yang kita tanam berbuah. Ambil contoh saja andai kita memiliki kemampuan editing, kita bisa membuka jasa edit video atau jika kita memiliki kemampuan content writing, kita bisa membuka jasa penulisan artikel.

Oke saya rasa sekian artikel tentang persiapan jadi influencer kali ini. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Jika kalian suka dengan artikel kali ini atau kalian memiliki pertanyaan tentang topik terkait, silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini!

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× WhatsApp Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday