Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

Panduan Cara Membuat Artikel Ilmiah Non Penelitian

Cara Membuat Artikel Ilmiah Non Penelitian

Cloud Hosting Indonesia

di artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat artikel ilmiah non penelitian. Karya tulis ilmiah merupakan bentuk dari hasil olah pikir akademisi untuk memecahkan suatu masalah. Sebagai akademisi setidaknya kita pasti pernah membuat satu karya tulis ilmiah baik berupa tugas akhir maupun skripsi.

Pembuatan karya tulis ilmiah memerlukan waktu dan proses yang cukup lama. Namun dimasa pandemi ini banyak keterbatasan yang dialami oleh mahasiswa untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah berupa skripsi. Sehingga mahasiswa diminta untuk membuat artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.

Artikel Ilmiah Non Penelitian

Cara Membuat Artikel Ilmiah Non Penelitian

Secara umum struktur artikel ilmiah hasil penelitian dan artikel nonpenelitian relatif sama. Yang membedakan dari keduanya yakni di artikel ilmiah hasil penelitian terdapat metode dan hasil penelitian sedangkan artikel ilmiah non penelitian tidak melalui tahapan tersebut.

Untuk membuat artikel ilmiah non penelitian kita harus memilih tema yang memang benar-benar tidak memerlukan penelitian lebih lanjut. Artikel ilmiah non penelitian menggunakan data-data yang memang sudah ada dan tervalidasi. Selebihnya artikel berisikan pemikiran dari penulis artikel ilmiah non penelitian tersebut.

Membuat Artikel Ilmiah Non Penelitian

Cara Membuat Artikel Ilmiah Non Penelitian

Untuk membuat artikel ilmiah penelitian adapun struktur sebagai berikut;

1. Judul

Judul merupakan satu kalimat yang dapat merepresentasikan isi dari artikel ilmiah non penelitian tersebut. Judul hendaknya ringkas informatif dan terdiri dari tidak lebih 14 kata baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

Penulis diperbolehkan untuk menggunakan judul yang kreatif dan menarik minat membaca. Adapun tidak disarankan untuk penggunaan kata “pengaruh, hubungan dan studi kasus” sebagai judul. Selain itu judul juga harus mengandung kata-kata kunci dari topik yang akan dibahas.

Baca juga: Cara Membuat Artikel Kesehatan

2. Baris Kepemilikan

Baris kepemilikan adalah bentuk dari tanda kepemilikan autu autoritas penulis. Adapun yang harus ada di dalam baris kepemilikan yakni baris kepemilikan terdiri atas tiga bagian yang berisikan nama-nama penulisan pagelaran, afiliasi penulis dan alamat korespondensi atau email.

Afiliasi kelembagaan mengikuti tempat dimana mahasiswa bersangkutan belajar. Pencantuman lembaga harus dilakukan secara lengkap sampai dengan nama negara. Apabila penulis karya ilmiah non penelitian tersebut lebih dari 1 orang dan berasal dari kelembagaan yang berbeda-beda maka semua alamat harus dicantumkan dengan memberikan tanda superscript huruf kecil mulai dari 1 pada belakang nama penulis secara berurutan.

3. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan dari keseluruhan isi dokumen yang disajikan secara singkat dan akurat. Abstrak sangat penting karena bagus atau tidaknya karya ilmiah non penelitian akan dinilai dari abstrak terlebih dahulu.

Layaknya cover pada buku abstrak bagi akademisi merupakan kan cover untuk dinilai pada pandangan pertama. Apabila abstrak dinilai kurang menarik maka besar kemungkinan bagi pembaca untuk tidak melanjutkan membaca artikel ilmiah non penelitian tersebut.

Abstrak harus tuliskan secara ringkas dan faktual meliputi tujuan sampai dengan simpulan. Abstrak dituliskan dalam satu paragraf ditulis dalam dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Panjang abstrak berkisar antara 150 sampai 200 kata menggunakan font palatino linotype 11. Pastikan untuk menghindari perujukan dan penggunaan singkatan yang tidak umum dalam abstrak.

4. Kata Kunci

Kata kunci merupakan kata yang sering digunakan ataupun intisari dari artikel ilmiah tersebut. Adapun kakak kunci terdiri atas tiga sampai lima kata atau kelompok kata yang dituliskan berurutan sesuai abjad. Setiap kata kunci dipisahkan oleh tanda titik koma (;). Dari banyaknya kata penghubung dan dengan dan lain sebagainya.

5. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bab yang berisikan gambaran umum tentang permasalahan yang akan dibahas. Cara membuat artikel ilmiah non penelitian hindari penggunaan sub-sub di dalam pendahuluan.

Hendak nya mengandung latar belakang masalah dan tujuan dari dibuatnya artikel ilmiah tersebut. Persentase panjang halaman pendahuluan berkisar antara 15 sampai 20% dari panjang keseluruhan sebuah manuskrip.

Rujukan ditunjukkan dengan menuliskan nama keluarga atau nama belakang penulis dan tahun terbitan tanpa nomor halaman. landasan teori ditampilkan dalam kalimat kalimat lengkap meringkas serta benar-benar relevan dengan tujuan penulisan artikel ilmiah.

6. Pembahasan

Pembahasan merupakan inti dari artikel ilmiah non penelitian. Pembahasan hendaknya membahas lebih dalam tentang tujuan permasalahan dan dan capaian yang sudah dibahas sebelumnya di pendahuluan.

Paparan bagian pembahasan berisi pemberian makna secara substansial terhadap hasil analisis dan perbandingan dengan temuan-temuan sebelumnya berdasarkan hasil kajian pustaka yang relevan mutakhir dan.

Pastikan untuk menghindari pengulangan penulisan angka-angka statistik dalam pembahasan. Jika ingin menekankan hasil yang diperoleh sebaiknya sajikan dalam bentuk lain misalkan deskripsi.

Di dalam pembahasan terdapat materi yang mengupas tentang apakah hasil yang didapat sesuai dengan hipotesis ataupun tidak serta kemungkinan argumentasinya. Dari kutipan langsung situasi hasil pemikiran atau pendapat orang lain hendaknya disarikan atau di ditulis dalam kalimat sendiri. Kumpulan data penelitian sejenis dapat dirujuk secara berkelompok.

7. Simpulan

Simpulan merupakan pertemuan antara tujuan pembuatan artikel ilmiah non penelitian dengan jawaban yang didapatkan setelah melalui pembahasan. Simpulan ini anaknya berisi jawaban atas pertanyaan penelitian yang disajikan secara deskriptif dengan batas maksimal 1 halaman. Simpulan ini di tuliskan sepanjang 1 paragraf dalam bentuk essay dan tidak dalam bentuk numerical.

8. Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan kumpulan tunjukkan informasi dari artikel ilmiah non penelitian tersebut. Rujukan yang dicantumkan dalam daftar pustaka hanyalah percobaan yang telah dikutip dalam manuskrip.

Daftar rujukan harus berasal dari sumber yang relevan minimal 70% mutakhir (10 tahun terakhir) dan 50% sumber primer terutama dari artikel jurnal. Daftar pustaka harus disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad nama penulis dengan font palatino linotype 11 spasi 1 justify rata kanan kiri.

Nama penulisan ditampilkan adalah nama akhir atau nama keluarga penulis diikuti dengan singkatan nama awal dan tengah jika ada. Penulis lebih dari satu maka cara penulisannya sama. Penulisan judul rujukan diawali dengan huruf kapital hanya pada awal kalimat.

Setiap penulisan nama, tahun, judul artikel dan seterusnya diakhiri dengan titik (.) sebelum dilanjutkan kata berikutnya. Kasus penulisan nomor volume jurnal diberi tanda titik dua (:) tanpa jarak spasi.

Baca juga: Cara Membuat Artikel Berita 

Pedoman Umum Penulisan Manuskrip

Cara Membuat Artikel Ilmiah Non Penelitian

Adapun pedoman umum penulisan manuskrip yakni:

  1. Manuskrip ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan kerapatan barisan 1,5 spasi menggunakan font palatino linotype 11, ukuran kertas A4, format satu kolom, dan margin normal (top 2,54 cm; bottom 2,54 cm; right 2,54 cm)
  2. Panjang manuskrip Hilmi anaknya tidak lebih dari 4000 kata atau kurang lebih 10 sampai 12 halaman termaksud gambar grafis atau tabel yang menyertainya.
  3. Istilah-istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah dalam teks harus ditulis dalam huruf miring (italic).
  4. Tinjauan pustaka (literature review) tidak saya temukan sebagai bagian dari struktur artikel. Dengan demikian pengutipan pustaka yang dianggap penting dapat dipandukan dalam bab pendahuluan atau dalam pembahasan.
  5. Pengunjung perpustakaan dalam bahasa seperlunya saja dan yang lebih diutamakan adalah pembahasan terhadap hasil analisis.
  6. Artikel ilmiah yang akan dimuat di jurnal ilmiah harus memiliki lembar penilaian manuskrip oleh mitra Bebesteri (editorial board) jurnal, surat keterangan penerimaan (LoA) resep untuk publikasi dari dewan penyunting jurnal yang ditampilkan pada manuskrip dan pernyataan pengalihan hak cipta.

Sekian artikel tentang cara membuat artikel ilmiah non penelitian. Semoga artikel ini bermanfaat! Apabila kalian menyukai artikel ini atau memiliki pertanyaan terkait silakan tinggalkan pesan di kolom komentar dibawah ini.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× WhatsApp Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday