Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

Analisis Strategi Pemasaran Produk Makanan Berbasis Value

Analisis Strategi Pemasaran Produk Makanan Berbasis Value

Cloud Hosting Indonesia

Di artikel kali ini kita akan melakukan Analisis Strategi Pemasaran Produk Makanan. Membangun usaha dari nol merupakan hal yang sangat menantang. Pasalnya banyak hal yang harus kita persiapan mulai dari penargetan pasar, pemilihan produk, analisis strategi pemasaran produk makanan sampai dengan distribusi. Proses tersebut tentu akan memakan banyak waktu, tenaga, uang dan resource lainnya.

Tapi tahukah kalian jika kita bisa memangkas biaya riset dan proses promosi tersebut? Ya, kita bisa mengamati produk yang sudah terbukti menjual. Daripada membangun dari nol dan ber eksperimen untuk mencari sesuatu yang tidak pasti. Akan lebih cepat untuk melihat trend, menganalisanya, membedah dan membuat milik kalian sendiri.

Tidak Ada yang Original

Nothing New Under The Sun. selama kita masih berdiri dan memijak bumi dan selama kita masih berpayung atap langit, tidak ada yang baru. Semua hal paling revolusioner dan liar sekalipun merupakan hasil inspirasi dari suatu yang sudah ada. “Batas dari Realitas Adalah Imajinasi dan Batas Imajinasi Adalah Realias”. Yang dimaksud disini adalah seliar dan segila apapun imajinasi kita, imajinasi tersebut pasti bisa direalisasikan baik sekarang atau dimasa depan.

Misalnya dulu orang-orang berimajinasi untuk terbang dan bertelepati. Pada masanya hal tersebut terdengar sangat tidak masuk akal dan sering disebut gila. Namun saat teknologi semakin berkembang seperti sekarang, kita bisa menjumpai pesawat dan ponsel genggam sebagai manifestasi imajinasi sebelumnya.

Lalu maksud dari kalimat berikutnya adalah seliar apapun kita berimajinasi, imajinasi tersebut pasti berasal dari apa yang sudah ada. Misal saja kita membayangkan monster besar Seperti Ular dengan Sayap dan tapi memiliki kepala Seperti Singa dan tanduk Seperti Rusa. Kita menyebut mahluk imajinasi tersebut Naga.

Amati Tiru Modifikasi

Dengan memahami Nothing New Under The Sun, kita bisa mengetahui bahwa boleh kita “Meniru” kesuksesan bisnis yang sudah sukses dalam hal ini kita akan melakukan analisis strategi pemasaran produk makanan. Tentu saja kita tidak boleh 100% Copy and Paste mulai dari produk, teknik marketing sampai dengan nama dan branding.

Meniru merupakan upaya mereplika suatu hal dengan menambahkan unsur kreatifitas kita sendiri. Dalam hal ini kita mengenal istilah Amati, Tiru, Modifikasi. Dengan melakukan modifikasi ini kita bisa menambahkan value lebih untuk bersaing dengan produk yang sudah ada. Misal saja terdapat produk makanan seperti Burger. Kita bisa menambah value seperti Burger Sehat Tinggi Protein.

Perlu diketauhi bahwa produk generic ditambah produk generic lainnya akan menjadi produk yang sama sekali lain. Kita tahu bakso dan mie ayam merupakan produk yang berbeda. Dengan menggabungkan produk tersebut kita bisa mendapat produk baru dengan nama mie ayam bakso.

Contoh yang lebih proper, kita semua tahu bahwa komputer merupakan perangkat pintar untuk mengolah data, penyetel musik, perambah internet dsb sedangkan telepon merupakan perangkat untuk melakukan panggilan jarak jauh. Munculah gagasan untuk membuat perangkat cerdas seperti komputer yang muat dalam genggaman. Lalu terciptalah ponsel pintar atau Smartphone.

Baca juga: Keuntungan Menjadi Influencer

Analisis Strategi Pemasaran Produk Makanan

Baik, setelah kita memahami konsep nothing original dan konsep ATM sekarang kita bisa lanjut ke pembahasan selanjutnya yakni studi kasus dan analisis strategi pemasaran produk makanan yang sudah terbukti suskses. Sebelum itu saya akan memperkenalkan konsep baru bernama Value.

Value merupakan nilai khusus dari suatu produk. Semua produk pasti memiliki value yang ingin ditonjolkan. Value bisa berupa makanan yang sehat, tempat yang nyaman, elegan, atau ekonomis. Kita akan melakukan beberapa analisis startegi pemasaran produk makanan dengan menggunakan pendekatan value.

1. MCDonalds

Jika menyebut MCD atau Mcdonalds kita mungkin akan berfikir tempat yang nyaman, cukup oke untuk nongkrong baik sama teman,keluarga atau pacar. Punya merek yang terkenal dan bergengsi tapi masih affordable dikantong pelajar sekalipun. Jika diluar negeri sendiri misal saja Amerika, Mcdonalds menjual kecepatan, kualitas dan konsistensi produk serta layanan.

Mari kita jujur sebagai warga Indonesia. Makanan di MCD atau Mcdonalds tidak enak enak banget dan untuk ukuran makanan yang biasa aja harganya terasa agak mahal bagi kita. Tapi kenapa kita masih beli makanan di Mcdonalds? Di Indonesia sendiri Mcdonalds memberikan value Familly Friendly dan Gengsi yang lumayan.

Sebagai bukti kalian pasti menemukan keluarga yang makan bersama di Macdonalds. Selain itu disana terdapat tempat bermain anak dan menu khusus anak anak. Tempat di Macdonads juga sangat pas untuk nongkrong dengan siapapun. Jika bersama keluarga kita bisa makan didekat tempat bermain anak. Jika sekedar ingin ngobrol dan merasakan suasana malam kita bisa makan di meja outdoor.

Kalian jelas bisa membuat burger yang lebih enak dari Mcdonalds dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian kita sudah memberikan value yang lain. Yakni burger enak dengan harga murah. Dari contoh analisis starategi pemasaran produk makanan Mcdonalds ini kalian sudah sedikit paham bukan tentang Value?

2. Starbucks

Analisis strategi pemasaran produk makanan selanjutnya adalah Starbucks. Jujur saja, kita sebagai kalangan „Sobat misqueen“ tentu akan berfikir dua sampai 5 kali untuk nongkrong di starbuck. Pasalnya satu cangkir kecil kopi hitam bisa buat makan 3 kali :‘).

Lalu kira-kira value apa yang dijual oleh Starbucks? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar! Ada sebuah pepatah „Jika kamu berteman dengan pandai besi, maka kamu akan tercium seperti tungku perapian. Jika kamu berteman dengan pedagang parfum, maka kamu juga akan bau parfum“. Secara sederhana jika kita bergaul dengan orang kaya sedikit banyak kita akan kecipratan kaya. Sedangkan kita sobat misqueen akan tetap gitu gitu aja :‘). Eh sorry malah curhat. Oke kita balik ke analisis pemasaran produk makanan dari Starbucks ini.

Starbucks dicitrakan menjadi tempat nongrong yang bergengsi dan elite. Mungkin kalian bisa menjumpai teman atau orang dekat yang nongkrong di starbucks lalu berfoto dengan segelas kopinya. Setelahnya dia membawa merch berlogokan wanita hijau milik starbucks. Bisa nongrong di Starbuck memberikan kebanggaan tersebiri. Jadi boleh saja kita menyimpulkan bahwa value yang dijual oleh Starbucks adalah gengsi dan gaya.

3. Warung Makan

Analisis strategi pemasaran produk makanan selanjutnya adalah warung makan baik itu warung makan padang, angringan, penyetan dan lain sebagainya. Jika kita mencari makan di warung makan ada beberapa hal yang akan kita perhatikan. Misal saja pilihan makanan, harga, jarak dan tempatnya.

Setiap warung makan memiliki value yang berbeda-beda tergantung target pasarnya. Misal saja di area kampus biasanya value utama yang ditonjokan adalah murah, enak dan banyak. Wah keren dong valuenya warung makan ini. Iya tapi tidak juga. Setiap kita menonjolkan suatu value maka kita akan mengurangi value lainnya. Misal kita ingin membuat makanan yang murah, enak dan banyak. Mungkin kita akan mengurangi value keseahatan dan kualitas makanan.

Sebagai contoh lain sebut saja rumah makan padang. Rumah makan padang dibilang sedikit Pricy dikantong pelajar/mahasiswa. Tapi tidak untuk pekerja kantoran. Tentu dengan harga yang lebih tinggi ini maka terdapat value lain yang diharapkan. Misal saja tempat makan yang nyaman atau menu makanan yang sehat dan berkualitas.

Oke. Sampai disini dulu untuk artikel analisis strategi pemasaran produk makanan berbasis value. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Apabila kalian menyukai artikel ini atau memiliki pertanyaan seputar topik terait, silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Arjun Idam Zahara Saya Arjun Idam Zahara, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, NIM: 18020094027. Dari Desa Sambungrejo Rt 01 Rw 01 Kec. Sukodono kab. Sidoarjo Jawa Timur 61258

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× WhatsApp Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday